Ibu Segala Akar

By Fulgensius Firman Sabata
27th December, 2025

Di bawah hamparan lumut dan rahasia tanah,

ia memintal jemari, menyusup ke palung sunyi.

Bukan sekadar kayu yang memahat langit,
tapi dialah Ibu Segala Akar,
yang memeluk bumi sebelum maut sempat menyentuh.

​Ia adalah rahim tanpa batas,
tempat hujan belajar tenang dalam pelukan parit.
Saat kemarau menjeriti langit yang pucat,
ia memeras keringat menjadi air mata bening,
mengalirkan kehidupan ke mulut-mulut sungai yang dahaga.

​Dengar...
Setiap hela napasmu adalah kiriman darinya,
oksigen yang ia tenun dari cahaya dan cinta.
Hutan adalah mama yang tak pernah tidur,
punggungnya adalah bukit, tempat segala margasatwa bersandar,
dadanya adalah rimba, tempat segala ketakutan menjadi teduh.

Namun, jika satu uratnya diputus paksa,
bumi akan goyah, kehilangan pegangan.
Sebab ia bukan sekadar tegakan pohon,
ia adalah detak jantung yang tertanam,
sang penjaga rumah, sang pemilik napas,
Ibu Segala Akar yang abadi di dalam tanah kita.

This site was designed with Websites.co.in - Website Builder

IMPORTANT NOTICE
DISCLAIMER

This website was created by a user of Websites.co.in, a free instant website builder. Websites.co.in does NOT endorse, verify, or guarantee the accuracy, safety, or legality of this site's content, products, or services. Always exercise caution do not share sensitive data or make payments without independent verification. Report suspicious activity by clicking the report abuse below.

WhatsApp Google Map

Safety and Abuse Reporting

Thanks for being awesome!

We appreciate you contacting us. Our support will get back in touch with you soon!

Have a great day!

Are you sure you want to report abuse against this website?

Please note that your query will be processed only if we find it relevant. Rest all requests will be ignored. If you need help with the website, please login to your dashboard and connect to support